Minggu, 26 Desember 2010

kembali mengisi diary

Minggu,26 Desember 2010

Sudah lama aku tak mengapresiasikan perasaanku melalui blog ini. Rasanya aku rindu sekali mencurahkan segenap perasaanku di hari-hariku. Aku bak musafir sang haus akan dahaga, dimana dahaga itu kebiasaan lamaku menulis di buku diary namun beberapa bulan yang lalu aku memberanikan diri mencurahkan semua keluh kesahku melalui blog ini. Meskipun tak ada jawab atas segala pengaduanku tapi aku mendapati secuil rasa lega ketika aku dapat menuliskan perasaanku lewat kata-kata yang ku rangkai.
Diary, aku merasakan keanehan padaku sejauh ini, bahkan kebimbangan, kebingungan dan kegalauan pula selalu menghinggap di perasaanku ini. Mungkinkah aku kesepian?
atau mungkin ini hanya sebuah titik balik kedewasaanku.Aku bingung sejadi2nya jika mendapati beberapa rencana kedepan, kadang aku juga ingin sekali hilang ingatan menutup lagi segenap tindak tanndukku pada orang di sekelilingku. Oh Tuhan aku sangatlah menyesal ketika aku harus bersikap demikian hingga aku kehilangan orang2 yang ku sayang. Ingin sekali rasanya aku menemukan sosok jati diriku , kepribadianku dan tentunya keahlianku. Sampai saat ini bila ada orang yang bertanya bakat apa yang ku punya aku hanya bisa menggelengkan kepala. Bahkan ada saja pertanyaan akan kemana setelah aku lulus nanti? aku hanya bisa tersenyum untuk menjawab pertanyaan yang bagiku itu berat. Oh dear kasian benar daku tak tau kapan menemukan jawaban atas beribu pertanyaan yang meluncur untukku. Mungkin sampai nanti aku hanya mampu diam menanti saat takdir itu benar2 datang menghampiriku.
Tapi apa mungkin aku akan berserah dan menyerahkan atas takdir yang terjadi padaku nanti, aku tentu tidak mungkin tinggal diam. Mulai saat ini aku harus bangkit dari keterpurukan. Aku tidak boleh menangis , aku bukan lagi anak kecil yang selalu merengek untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan. Ya Allah berikan jalan menuju cintamu.. :'(
Dear, hatiku semakin hari kian tak menentu. aku merasakan ini hampir setiap saat dalam kesendirianku. Aku mendamba hadirnya seseorang namun kiranya kedua orangtuaku belum memberiku isyarat untuk bisa memiliki sang pujaan hati. Iri rasanya bila melihat orang-orang terkasihku memiliki sang pujaan hati. Tapi di balik semua ini aku yakin ada hikmah yang ama sangat berharga, mungkin belum saatnya aku mengerti maksud kedua orangtuaku bersikap demikian. Suatu saat aku pasti tau akan hal itu.
Ya "pacaran" bukanlah hal yang tabu buat semua orang , tapi buatku sulit rasanya untuk mengikuti gaya pacaran anak jaman sekarang. Aku belum siap untuk patah hati , bagiku lebih baik bertepuk sebelah tangan di banding harus patah hati merasakan pengkhianatan cinta. Aku berharap takdir cinta menuntunkan membawa kebahagiaan menuju nikmat NYA. Bahagia dunia akhirat? siapa yang tidak mau? aku sangat mengingikan itu terlebih lagi bila aku dapat membahagiakan kedua orang tuaku, oh betapa indahhnya saat itu nanti. Ayah-Ibu tercinta doakan putrimu slalu agar putrimu dapat mewujudkan apa yang Ayah-ibu inginkan bahkan semua orang dambakan laiknya pinta orang tua pada anaknya. Ya Allah ridhai hambamu tu wujudkan asa kedoa orangtua hamba.. amin.