Dear Diary...Akhir pekan yang selalu ku nantikan akhirnya datang...Esok libur itu yang menjadi alasan ku kenapa aku selalu menunggu datangnya hari sabtu...Yaps memang bagiku awal mulainya pagi aku sudah bersiap tuk menerjang mentari, Membuat beberapa rincian kegiatan yang harus di lakukan di hari yang aku rindukan... Alhamdulillah.. yaa haa itu kalimat awal dan terakhirku mengucap rasa senangku di hari ini... Karena setelahnya aku harus menghadapi masalah yang tak pernah ku duga sebelumnya... Hado "Mulutku Harimauku" itu masalahnya...hanya karena mised comunication dg kawanku yang aku segani dari awal kita mempererat pertemanan yang berharap awalnya ku ingin membawanya ke persahabatan ... Dan harapan ku itu mungkin sia-sia karena 2 kali bersama hari ini aku membuatnya marah lagi... Sungguh harus darimana aku memulai dari awal. Sahabatku yang mungkin cukup di bilang dekat dengan kami pun gag banyak komentar... entah aku gag tau apa mungkin dia peduli dengan hubungan kita. Tapi jujur aku sangat merindukan kepeduliannya... Aku gak bilang kecewa tapi aku sangat butuh seseorang... Kadang aku berangan-angan tuk merangkai masa depan... apa mungkin aku dapatkan kebahagiaan yang selalu ku dambakan? Kini aku hanya bisa berpasrah dan berserah diri pada sang pemilik alam... apa mungkin aku harus sejenak meninggalkan keceriaan bersama teman-teman? apa mungkin Rabbku menginginkan aku untuk menatap ke depan ada ujian yang menyambut ku dan ada tes msuk perguruan tinggi yang akan membawaku ke kebahagiaan? Saat ini aku bimbang... aku di buat takut akan masa depan yang aku sendiri tak tau jadi apa aku nanti... Bila ada yang bisa mewujudkan keinginan ku di masa depan ku nanti hanyalah Rabbku yang menantiku agar aku senantiasa mendekatkan diri kepadaNYA... Yaa .Yaa. Yaa!
aku harus relakan teman"... Walau aku masih meragu... Tapi jangan menyerah Allah pasti genggam tanganku tuk menuju ke kebahagiaan yang hakiki... Astagfirullah aku ingin menangis yaa Allah... Sungguh aku malu telah menangis 2 kali di depan teman"ku... Aku akan berusaha tuk tidak membencinya ya ALLAH, aku akan berusaha menyayanginya layaknya saudara perempuanku... Yaa Allah aku selalu di liputi ketakutan...
Beberapa saat yang lalu aku dapat telfon dari kawanku... Ya sudahlah jangan di jadikan beba.... hanya karena dia kamu jatuh... harusnya kamu bangkit!!! ayo semangat banyak teman yang mendukung di belakangmu....
Aku berharap bisa mengikhlaskan masalah ini...
sabar... I like it... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar