Karanganyar , 30 Desember 2010
Dear diary, tiba-tiba aku merasa kangen ,kangen yang rasanya tiada obatnya.Sudah terlalu lama aku menunggu tapi tak kunjung juga datang yang di tunggu. Lelah,aku sangat lelah. Begitu sulit aku mengatakannya. Kangen, kengenku pada siapa, kangenku untuk siapa? Ya, gag ada yang tau selain aku yang tau. Aku selalu memendamnya, aku selalu tak ingin mengatakannya. Karena bagiku tak ada yang mampu mengobati sepiku, sepi yang telah terlalu lama bersemayam di hati, sepi yang selalu setia menemani, sepi mungkinkah itu kata untuk nama tengahku? Mungkinkah sepi bagian dari hidupku? Jujur aku sangat iri kadang aku pun juga ikut senang bila melihat orang di kelilingku merasa senang. Saat ini aku berusaha untuk membagi waktuku, membagi waktu agar adil . Dan harapanku tak ada lagi pertengkaran bahkan marah-marahan karena ketidakpedulianku terhadap orang di sekelilingku. Saat ini aku hanya ingin berbagi, ya berbagi karena aku peduli. Tentu saja aku sangat menyayangkan bila aku harus kehilangan teman lagi. Teman bagiku adalah segalanya. Mereka mungkin akan selalu ada di saat kita membutuhkan sandaran di saat kita membutuhkan waktu untuk tertawa bersama. Betapa tidak , aku yakin suka tidak suka mereka dengan kita pastinya mereka akan selalu terbuka mendengarkan keluh kesah ringankuya terkecuali untuk masalah terberat dalam hidupku bukan maksudku tidak ingin mencari solusi atau berbagi dengan mereka tapi bagiku ini sudahlah hanya aku yang tau. Aku tidak bisa mencerita sampai aku bisa mengatakanya. Gelisah ya aku sangat gelisah tapi di sisi lain gelisahku ini selalu tertepiskan karena bayang-bayang kedua orangtuaku, aku ingat betul perkataan mereka”pokoke bapak percoyo kowe nduk, sing penting pesen bapak mung kowe kudu iso dadi pegawe negeri.Selama masa belajar kowe ojo ngenal sing jenenge cah lanang, lho hasile tetanggane awake dewe kowe wis iso ngeri to urung lulus we wis ituk ijasah(hml di luar nikah)”. Dan sampai saat ini pun jujur memang belum ada yang bisa meluluhkan hatiku, belum ada yang bisa membuatku jatuh dan merasakan apa itu yang namanya cinta. Memang sudah banyak yang menyatakan kalau meraka cinta, bahkan ada yang konyol pula. Katanya sih aku cinta sejatinya. Awalnya aku memang meladeni istilahnya tapi dari sekian pria yang mendekati aku jujur belum ada yang pas untukku. Bukan maksutku untuk terlalu meyeleksi, tapi aku harus bersikap selektif. Aku punya alasan yang kuat kenapa sampai sekarang aku belum berani pacaran, aku hanya ingin tidak mau main-main perasaan, dalam arti Cuma buat sesaat. Ingin sekali aku serius, kalau perlu long distance, ya itu yang selalu ku dambakan , itu yang selalu ku rasakan. Mungkin dengan long distance aku dapat merasakan seperti apa pengorbanan cinta. Jujur sih gag terlalu muluk-muluk cari pasangan itu kalo bisa sih ganteng :p hehe syarat terakhir tu, trus agamanya kuat, rajin, perhatian, nah yang terpenting setia dan bermodal juga haha (www.ngarep.com). Walah aku i ngomong apa kok bisa ngelantur gitu tha? Wkwkwk Diary, udah tau kan aku kangen sama siapa? Yaya aku akui aku kangen sama seorang kekasih, hehe tapi tau sendiri tha aku gag punya kekasih. Ya resiko orang sendiri nya seperi ini kadang-kadang kangen tapi gag jelaslah kengen sama siapa. Huhu Oya diary sobat-sobatku belum baikan tu.. si”A” ma si”B”. Aku harus gimana coba? Apa aku harus diam dan menunggu waktu sampai mereka baikan sendiri? Tapi sahabat seperti apa aku ini bila membiarkan mereka baikan sendiri? Oh no, tapi kalu mereka baikan dan kita jalan bertiga lagi malah aku sendiri ntar yang ebrantem sama salah satunya. Haha (positif thingking ajalah) everything gona be okay.Kalau gaga di coba kan aku gag akan tau hasilnya ya gag ya gag? Hehew…
--to be continued--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar